Pentingnya Terapi Psikologis pada Penderita Bipolar

Matanesia.co | Gangguan bipolar merupakan salah satu jenis masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. 
 
Misal, penderita bisa tiba-tiba merasa murung dan sedih. Padahal, belum lama dia merasa sangat bahagia. Begitu sebaliknya.
 
Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita bipolar bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara. 

Pada fase manik, penderita bisa melakukan kegiatan berisiko, seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, atau melakukan olahraga yang membahayakan diri. 

Bagaimana menangani gangguan Bipolar?

Tujuan pengobatan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal.

Ada tiga obat utama yang harus dikonsumsi penderita bipolar disorder, yakni penstabil suasana hati, antipsikotik, dan antidepresan. Selain itu, rencana pengobatan biasanya tidak cukup dengan obat-obatan, tetapi juga dengan terapi psikologis.

Psikoterapi berkelanjutan penting agar pasien memahami dan menerima gangguan personal dan sosial yang dideritanya. Beberapa bentuk psikoterapi, yang mencakup terapi kognitif-perilaku, interpersonal, keluarga, dan kelompok terbukti mempercepat pemulihan penderita bipolar.

Psikoterapi juga membantu penderita bipolar mau mengonsumsi obatnya secara rutin. Sebagaimana diketahui, penolakan dari dalam diri acap kali membuat penderita enggan mengonsumsi obat. 

Lingkungan harus mendukung

Penderita bipolar disarankan tinggal dalam lingkungan yang tenang. Terutama, jika penderita sering berada pada fase manik. Tidur yang cukup, serta asupan makan yang bergizi dapart mengurangi kekambuhan.

Beberapa hal bisa memicu kambuhnya fase manik penderita bipolar. Misal, topik percakapan yang buruk, terlalu lama menonton video dan televisi. Selain itu, konsumsi alkohol juga membuat obat tidak dapat berfungsi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *